Archive

Posts Tagged ‘Ciil’

Selamat jalan, Bang Ciil — AAP

March 10th, 2010 admin Comments off

Baru 15 menit yang lalu, saat saya melangkah masuk kantor, Mas Kom (Komara Djaja) mengabarkan, “Co, adik saya yang di Singapura barusan SMS. Bang Ciil sudah pergi”. Segera saya cek ke Dede (Chatib Basri). Ya, kata Dede, jam 8:30 tadi pagi. Inna lillaahi wa inna ilaihi raji’un. Saya termasuk yang beruntung pernah menjadi asisten Bang Ciil, panggilan akrab Dr. Sjahrir, ekonom UI dan penasehat Presiden SBY. Tahun 1994/95 saya menjadi asisten Bang Ciil untuk matakuliah Perekonomian Indonesia (PI), bersama Ujang (Firman Witoelar), dan Ira Setiati (sekarang di CSIS). Saya belajar banyak dari beliau. Setiap kali rapat, kami bertiga disodori seabrek-abrek buku baru — untuk dijadikan referensi dalam kelas PI. Sebelum kami bertiga, asisten Bang Ciil yang juga menggawangi kelas PI adalah Ican (Moh. Ikhsan) dan Dede. Pertemanan dengan Bang Ciil tidak berhenti pada kuliah PI saja. Ia mengajarkan kami bagaimana menulis dengan baik. Memperkenalkan kami dengan literatur-literatur terbaru. Dan tentu saja, mentraktir kami makanan-makanan enak. Selamat jalan, Bang Ciil. . . Catatan:Catatan Rizal, Cafe SalembaCatatan Ap, Cafe SalembaCatatan Ujang, Cafe SalembaKomentar Bang Faisal, dari blog Faisal Basri

Categories: Economy Tags: , , ,

Good-bye, Bang Ciil – AAP

February 20th, 2010 admin Comments off

New 15 minutes ago, when I walked into the office, Mas Kom (Komara Djaja) reported, “Co, my brother in Singapore just SMS. Ciil Bang is gone”. I immediately check to Dede (Chatib Basri). Yes, says Dede, at 8:30 this morning. Lillaahi wa inna inna ilaihi raji’un. The lucky ones I used to be assistant Ciil Bang, Dr intimate calls. Sjahrir, the UI economist and advisor to President Susilo Bambang Yudhoyono. 1994/95 year I became assistant to subject Ciil Bang Indonesian Economy (PI), with Ujang (Word Witoelar), and Ira Setiati (now at CSIS). I learned a lot from him. Every time a meeting, we presented three seabrek-abrek new book – to serve as a reference in the PI class. Before the three of us, Ciil Bang assistant who also is the PI class menggawangi ican (Moh. Ikhsan) and Dede. Friendship with Bang Ciil not stop at just the PI class. He taught us how to write well. Introducing our latest literature. And of course, we buy good food. Good-bye, Bang Ciil. . . Note: Note Rizal, SalembaCatatan Cafe Wha, Cafe SalembaCatatan Ujang, Bang Cafe SalembaKomentar Faisal, Faisal Basri of the blog

Categories: Economy Tags: , ,